Peran Kepemimpinan Spiritual dalam Membentuk Kesadaran Makna Hidup Santri di Kota: Studi Kasus Pondok Pesantren Nurul Furqon Malang
Keywords:
Kepemimpinan Spiritual , Makna Hidup , SantriAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap bagaimana peran kepemimpinan spiritual Kiai dalam membentuk kesadaran makna hidup santri di lingkungan pesantren perkotaan. Pondok Pesantren Nurul Furqon Malang dipilih sebagai lokasi studi karena karakteristiknya yang memadukan nilai-nilai salafiyah dengan pendekatan digital modern. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus deskriptif, melibatkan wawancara mendalam terhadap santri senior dan analisis dokumen pesantren. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan spiritual yang diterapkan oleh KH. M. Chusaini Al-Hafidz mencakup keteladanan hidup, pembinaan ruhani yang konsisten, penyampaian visi transendental, serta kedekatan emosional yang membentuk relasi sufistik antara Kiai dan santri. Dimensi-dimensi spiritual leadership seperti hope/faith, altruistic love, dan vision tercermin kuat dalam praktik keseharian Kiai, yang secara signifikan berpengaruh terhadap cara santri memaknai hidup mereka. Kesadaran makna hidup tumbuh secara bertahap melalui proses refleksi, pengalaman spiritual bersama, sikap terhadap penderitaan, dan transformasi nilai. Santri tidak hanya memahami hidup secara fungsional, tetapi juga menghayatinya sebagai bentuk kontribusi sosial dan kebermanfaatan. Temuan ini menegaskan bahwa kepemimpinan spiritual yang kontekstual di pesantren urban mampu menjadi instrumen efektif dalam membentuk orientasi hidup santri yang lebih bermakna secara spiritual, sosial, dan eksistensial.





