HERMENEUTIKA DALAM PENAFSIRAN HADIS-HADIS TENTANG KETUHANAN: ANALISIS PEMIKIRAN FAZLUR RAHMAN, HANS-GEORG GADAMER, DAN WILHELM DILTHEY

Authors

  • Abdullah Sekolah Tinggi Agama Islam Darussalam Bangkalan Author
  • Lukman Hakim Sekolah Tinggi Agama Islam Darussalam Bangkalan Author

Keywords:

Hadis, Hermeneutika, Fazlur Rahman, Hans-Georg Gadamer, Wilhelm Dilthey

Abstract

Hadis merupakan sumber ajaran Islam kedua setelah Al-Qur'an yang memiliki peran penting dalam membentuk akidah, syariat, dan akhlak umat Islam. Seiring dengan perkembangan zaman, pemahaman terhadap hadis tidak lagi cukup dilakukan secara tekstual, tetapi juga memerlukan pendekatan yang mampu mengungkap makna substantif sesuai dengan konteks historis dan realitas kehidupan kontemporer. Hermeneutika menjadi salah satu pendekatan yang menawarkan pemahaman tersebut melalui dialog antara teks, konteks, dan pembaca. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penafsiran hadis berdasarkan pendekatan hermeneutika yang dikembangkan oleh Fazlur Rahman, Hans-Georg Gadamer, dan Wilhelm Dilthey, serta menjelaskan relevansinya terhadap pemahaman hadis-hadis akidah. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif. Data penelitian diperoleh dari hadis-hadis yang menjadi objek kajian, kitab-kitab syarah hadis, serta berbagai buku dan artikel ilmiah yang membahas hermeneutika dan studi hadis. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan metode content analysis dengan menelaah konteks historis hadis, syarah para ulama, dan teori hermeneutika masing-masing tokoh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Double Movement Theory Fazlur Rahman menekankan pentingnya memahami konteks historis hadis untuk menemukan nilai-nilai moral universal sebelum dikontekstualisasikan ke dalam kehidupan modern. Hans-Georg Gadamer melalui konsep fusion of horizons memandang bahwa pemahaman hadis lahir dari dialog antara cakrawala teks dan pembaca, sedangkan Wilhelm Dilthey menekankan rekonstruksi pengalaman historis sebagai dasar memahami makna teks. Ketiga pendekatan tersebut menunjukkan bahwa hadis tidak hanya dipahami secara tekstual, tetapi juga secara kontekstual sehingga nilai-nilai universal yang terkandung di dalamnya tetap relevan sebagai pedoman dalam membangun kehidupan keagamaan dan menjawab berbagai persoalan masyarakat kontemporer.

References

Al-Bukhari, Muhammad ibn Isma’il. Sahih al-Bukhari. 1st ed. Damascus: Dar Tauq al-Najah, 2002.

al-Hanbali, Ibn Rajab. Jami’ Al-’Ulum Wa Al-Hikam. Vol. 1. Beirut: Mu’assasah al-Risalah, 2001.

al-Nawawi, Yahya ibn Sharaf. Al-Minhaj Syarh Sahih Muslim Ibn Al-Hajjaj. Vol. 1. Beirut: Dar Ihya’ al-Turath al-’Arabi, 1392.

Dilthey, Wilhelm. Selected Works. Volume IV: Hermeneutics and the Study of History. Edited by Rudolf A Makkreel and Frithjof Rodi. Princeton, NJ: Princeton University Press, 1996.

Gadamer, Hans-Georg. Truth and Method. Edited by Joel Weinsheimer and Donald G Marshall. 2nd Revised Edition. London: Continuum, 2004.

Rahman, Fazlur. Islam and Modernity: Transformation of an Intellectual Tradition. Chicago: The University of Chicago Press, 1982.

Ulya. “Hermeneutika Double Movement Fazlur Rahman: Menuju Penetapan Hukum Bervisi Etis.” Ulul Albab: Jurnal Studi Islam 12, no. 2 (2011): 111–35.

Umair, Muhammad, and Hasani Ahmad Said. “Fazlur Rahman dan Teori Double Movement: Definisi dan Aplikasi.” Al-Fahmu: Jurnal Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir 2, no. 1 (2023): 71–81.

Muḥammad bin Ismā‘īl al-Bukhārī, Al-Jāmi‘ al-Ṣaḥīḥ, ed. Muḥammad Zuhayr bin Nāṣir al-Nāṣir (Beirut: Dār Ṭawq al-Najāh, 1422 H), vol 4.

Downloads

Published

2026-07-02

How to Cite

HERMENEUTIKA DALAM PENAFSIRAN HADIS-HADIS TENTANG KETUHANAN: ANALISIS PEMIKIRAN FAZLUR RAHMAN, HANS-GEORG GADAMER, DAN WILHELM DILTHEY. (2026). Al-Kalimantan: Jurnal Kajian Keislaman, 2(2), 570-579. https://albaayaninstitute.org/index.php/alkalimantan/article/view/797

Similar Articles

1-10 of 19

You may also start an advanced similarity search for this article.