IMPLEMENTASI UCAPAN SALAM DALAM HADIS SAHIH MUSLIM NO. 54 SEBAGAI PENGUAT UKHUWAH ISLAMIYAH
Keywords:
Salam, Hadis, Sahih Muslim, Ukhuwah Islamiyah.Abstract
Salam merupakan ajaran penting dalam Islam yang mengandung makna keselamatan dan kedamaian, serta berfungsi sebagai etika sosial yang mempererat hubungan antarsesama Muslim. Hadis Sahih Muslim No. 54 menegaskan bahwa penyebaran salam merupakan amalan yang dapat menumbuhkan kasih sayang sebagai syarat kesempurnaan iman. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini merumuskan empat fokus kajian, yaitu kandungan teks hadis tersebut, kajian takhrij terhadap hadis-hadis yang berkaitan dengan anjuran menyebarkan salam, penjelasan ulama mengenai nilai moral dan sosial yang terkandung di dalamnya, dan relevansinya dalam penguatan ukhuwah Islamiyah. Penelitian ini bertujuan menjelaskan makna salam menurut hadis, nilai moral yang dikandungnya, serta implementasinya dalam kehidupan sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui studi kepustakaan dengan menerapkan metode hadis tematik (Mawḍū‘ī). Prosedur tematik dilakukan melalui penetapan tema salam sebagai penguat ukhuwah, pengumpulan hadis yang relevan, serta telaah penjelasan ulama dan pengaitan dengan konteks sosial kontemporer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa salam memiliki dimensi teologis, moral, dan sosial yang terpadu, sehingga pengamalannya mampu memperkuat solidaritas, menghilangkan jarak sosial, dan membangun hubungan harmonis. Dengan demikian, salam merupakan ajaran sederhana namun memiliki kontribusi signifikan dalam memperkuat ukhuwah Islamiyah, terutama dalam masyarakat modern yang cenderung individualistis.
References
Abū ‘Abd Allāh Muḥammad ibn Yazīd al-Qazwainī al-Shahīr, Sunan ibn Mājah, juz 1, Riyad: Maktabah al-Ma’ārif, (1997).
Abū al-Ḥusain Muslim al-Ḥajjāj al-Qushairī al-Naisābūrī, Ṣaḥīḥ Muslim, juz 1, Beirut: Dar al-Fikr, (1424).
Abu Dāwud Sulayman Bin Al-Ashaath Al-Sijistani, Sunan Abī Dawūd, juz 4, Beirut: Dār al-Kutub al-Ilmiyah, (1438 H).
Hasanul Rizqa, “Hikmah Menyebar Salam”, Khazanah Republik (30 Juli 2025).
Ismah Rifdah, Muhammad Nur Ihsan, “Peran Hadis Menyebarkan Salam Sebagai Sarana Dakwah Pengembangan Akhlak dan Moralitas”, al-Atsar: Jurnal Ilmu Hadits, Vol. 2, No. 2 (2024).
Muḥammad bin ‘Īsā bin Sawrah bin Mūsā bin al-Ḍahhāk al-Tirmidhī, Sunan al-Tirmidhi, juz 5, Mesir: Mustafa al-Bābī al-Halabī, (1975).
Mūsā Shāhīn Lashin, Fath al-Mun'im Sharḥ Sahih Muslim, juz pertama (Kairo: Dār al-Shuruq, (2002).
Rahmadi, Pengantar Metodologi Penelitian, Banjarmasin; Antasari Pres, (2011).
Rizwandi raja, “Penerapan Ucapan Salam Sebagai Etika Kesopanandalam Perspektif Dakwah Di Desa Batukaropa Kabupaten Bulukumba,” Skripsi--Uin Alauddin Makassar, (2019).
Robin, “Keindahan Salam” Hikmah Republika (26 Februari 2020).
Tuasikal HAR, “Kebermaknaan Salam dalam Kehidupan Sosial Masyarakat”, Jurnal Fakultas Ushuluddin dan Dakwah IAIN Ambon, Vol. 8, No.1, (2014).
Ulfa Dewiyanti R, “Ukhuwah Islamiyah Perspektif Hadis”, Skripsi--Uin Alauddin Makassar, (2021).
Yulian Purnama, Tebarkan Salam: Adap dan Fikih Mengucapkan salam, Yogyakarta: t.p, (2022).



