Bahīrah, Sā’ibah, Waṣīlah, dan Ḥām dalam Tradisi Arab Jahiliyah: Analisis Tafsir QS. Al-Mā’idah [5]:103
Keywords:
Bahīrah, Sā’ibah, Waṣīlah, Ḥām, dan Tafsir Al-Qur'an QS. Al-Maidah:103.Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep bahīrah, sā’ibah, waṣīlah, dan ḥām dalam tradisi masyarakat Arab Jahiliyah sebagaimana disebutkan dalam QS. Al-Mā’idah ayat 103. Praktik tersebut merupakan bentuk perlakuan khusus terhadap hewan ternak yang didasarkan pada kepercayaan dan mitos yang berkembang dalam masyarakat pra-Islam. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan (library research) melalui analisis terhadap literatur tafsir klasik dan kontemporer serta sumber ilmiah yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahīrah, sā’ibah, waṣīlah, dan ḥām merupakan praktik keagamaan yang dibentuk oleh masyarakat Jahiliyah tanpa dasar wahyu. Praktik tersebut berkaitan dengan pengharaman atau pembebasan hewan ternak tertentu sebagai bentuk persembahan kepada berhala atau sebagai bagian dari nazar. Al-Qur’an melalui QS. Al-Mā’idah ayat 103 secara tegas menolak praktik tersebut dan menegaskan bahwa ketentuan halal dan haram dalam Islam hanya dapat ditetapkan berdasarkan wahyu Allah. Dengan demikian, Islam hadir untuk meluruskan keyakinan masyarakat serta mengembalikan pemanfaatan hewan ternak sesuai dengan prinsip syariat Islam.
References
Ahmad, Didiek Srimulya. Hikmah Pengharaman Beberapa Jenis Binatang: Dalam Tinjauan Tafsir Al-Qur’an Kontemporer. Skripsi. Institut Perguruan Tinggi Ilmu Al-Qur’an, 2020.
Al-Jaṣṣāṣ, Abu Bakar Ahmad bin ‘Ali al-Razi al-Ḥanafī. Aḥkām al-Qur’ān. Beirut: Dār Iḥyā’ al-Turāth al-‘Arabī, 1994.
Badali, Muhammad Amin, Nuriyatulmuzakiya, Lasmiati Radiah, dan Syaira Latifa. “Wajah Penafsiran Al-Qur'an: Dialog Antara Tafsir Tahlili Kemenag RI dan Tafsir Al-Mishbah.” Literasi: Jurnal Kajian Keislaman Multi-Perspektif, Vol. 5, No. 2, 2025.
Baidan, Nashruddin. Metodologi Penafsiran Al-Qur’an. Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2016.
Handoko, Zain. “Hiponimi Unta dalam Bahasa Arab.”
Husain, Fandi. “Analisis Semiologi Roland Barthes atas Kata Wasīlah dalam QS. Al-Mā’idah [5]: 35: Sebuah Reinterpretasi bagi Masyarakat Modern.” Al-Itqan: Jurnal Studi Al-Qur’an, Vol. 10, No. 2, 2024.
Ibn Kathir, Ismail bin Umar. Tafsir al-Qur’an al-‘Aẓīm. Beirut: Dār al-Kutub al-‘Ilmiyyah, 1998.
Nakha’i, Imam. Metodologi Penelitian Tafsir Komparatif. Situbondo: Ibrahimy Press, 2017.
Ni’mah, Siar, Muzakkir, dan Muhammad Arif Ahmad Marzuki. “Kajian Tafsir Ilmi tentang Hewan Mamalia dalam Al-Qur’an.” Al-Mubarak: Jurnal Kajian Al-Qur’an dan Tafsir, Vol. 7, No. 2, 2022.
Purnama, Dimas Aziz. Penafsiran Ayat Tiga Surat Al-Mā’idah (Komparasi Penafsiran Ibnu Kasir dan M. Quraish Shihab). Skripsi. Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta, 2015.
Quran.com. “Asbābun Nuzūl Surah Al-Mā’idah Ayat 103.” https://quran.com/5
Rohman, Baeti, dan Zaenal Abidin Riam. “Perspektif Al-Qur’an terhadap Mitos dalam Keyakinan Masyarakat Jahiliah.” Raqib: Jurnal Studi Islam, Vol. 1, No. 1, 2024.
Shihab, M. Quraish. Tafsir Al-Mishbah: Pesan, Kesan, dan Keserasian Al-Qur’an. Vol. 3. Jakarta: Lentera Hati, 2002.
Sugiyono. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta, 2019.
Zed, Mestika. Metode Penelitian Kepustakaan. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia, 2004.





