DIALEKTIKA TAKHSIS DAN BAYAN DALAM AL-QUR'AN: STUDI ATAS RELASI 'AM-KHAS DAN MUJMAL-MUBAYYAN DALAM METODOLOGI TAFSIR
Keywords:
Takhṣīṣ, Bayān, ‘Ām–Khāṣ, Mujmal–Mubayyan, TafsirAbstract
Kajian ini membahas secara mendalam hubungan dialektis antara takhṣīṣ dan bayān dalam Al-Qur’an dengan menitikberatkan pada keterkaitannya dalam relasi lafaz ‘ām–khāṣ serta mujmal–mubayyan dalam metodologi tafsir. Takhṣīṣ dipahami sebagai proses pembatasan makna dari dalil yang bersifat umum (‘ām) sehingga tidak lagi mencakup seluruh individu secara mutlak, melainkan hanya sebagian yang dikehendaki oleh syariat. Sementara itu, bayān berfungsi sebagai perangkat penjelas terhadap lafaz yang masih bersifat global (mujmal) agar maknanya menjadi lebih jelas dan operasional. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kepustakaan (library research), yang bersumber dari literatur klasik dan kontemporer dalam bidang usul fikih dan ulumul Qur’an. Data dianalisis menggunakan metode deskriptif-analitis untuk mengungkap hubungan konseptual antara kedua istilah tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa takhṣīṣ merupakan bagian integral dari bayān, sehingga keduanya memiliki keterkaitan yang erat dan bersifat saling melengkapi dalam menjelaskan makna ayat Al-Qur’an secara komprehensif. Dengan demikian, dialektika antara takhṣīṣ dan bayān tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga berperan penting dalam menghasilkan penafsiran yang lebih kontekstual, sistematis, dan akurat sesuai dengan maksud syariat. Dialektika antara keduanya berkontribusi dalam menghasilkan penafsiran yang lebih kontekstual dan akurat.
References
Afifah, Mida Nur, Neyza Asti Pratiwi, dan Renata Rahmahdani. “Kaidah Ushuliyah ‘Ām dan Khāṣ, Muṭlaq dan Muqayyad, serta Mujmal dan Mubayyan.” At-Tarbiyah: Jurnal Penelitian dan Pendidikan Agama Islam Vol. 3, No. 2 (2026).
Cahyani, Mely, Kadar M. Yusuf, dan Alwizar. “Kaedah Tafsir ‘Am dan Takhsis dalam Al-Qur’an.” JIPI: Jurnal Ilmu Pendidikan Islam Vol. 23, No. 3 (2025).
Danuri, Daelan M. “Al-Sunnah sebagai Bayān al-Qur’an.” Hermeneia: Jurnal Kajian Islam Interdisipliner Vol. 4, No. 1 (2005).
Djaka, A. Adillah Zahiyah, Adelia Nurinsan, Muhammad Aldi Dahr, dan Kurniat. “Memahami Makna: Kaidah ‘Amm dan Khash serta Amr dan Nahi dalam Ushul Fiqih.” SANTRI: Jurnal Ekonomi dan Keuangan Islam Vol. 2, No. 5 (Oktober 2024).
Janwar, Faathir, Affandi Harlanda Baros, Yulia Febrianti, dan Kurniati. “Peran Kaidah Ushuliyah: Mutlaq, Muqayyad, Mujmal, dan Mubayyan.” Akhlak: Jurnal Pendidikan Agama Islam dan Filsafat Vol. 1, No. 4 (Oktober 2024).
Maulana Jabbar, A. Ushul Fiqh: Takhsish. Diunggah di Scribd. Diakses 5 Maret 2026. https://www.scribd.com/document/546093846/Ushul-Fiqh-Takhsish
Naya, Farid. Al-Mujmal dan Al-Mubayyan dalam Kajian Ushul Fiqh. Diunggah di Academia.edu. Diakses 6 Maret 2026.
Repository UIN Sumatera Utara. “(Judul dokumen tidak tercantum).” http://repository.uinsu.ac.id/1511/. Diakses 15 April 2026.
Syukri. Teori Belajar al-Bayān Berbasis al-Qur’an. Mataram: Sanabil, 2021.“Takhsis Mukhōsis.” Presentasi diunggah di Scribd. Diakses 6 Maret 2026. https://fr.scribd.com/presentation/502069773/TAKHSIS-MUKHOSIS
Zhafirah. “Kaidah Ushuliyah ‘Ām dan Khāṣ, Muṭlaq dan Muqayyad.” At-Tarbiyah: Jurnal Penelitian dan Pendidikan Agama Islam Vol. 3, No. 2 (2026).



