MAKNA KATA “MAALIKI” DALAM SURAH AL FATIHAH AYAT 4 MENURUT PRESPEKTIF KITAB TAFSIR AL HUDA KARYABAKHRI SYAHID: KAJIAN LINGUISTIK DAN TEOLOGIS
Keywords:
The Meaning of “Maaliki,” Tafsir Al-Huda, Bakhri Syahid.Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara komprehensif makna leksikal dan teologis dari kata “Maaliki” pada Surah Al-Fatiḥah ayat 4 berdasarkan penafsiran Bakhri Syahid dalam Tafsir Al-Huda. Kajian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode penelitian kepustakaan (library research). Hasil dari pengkajian secara mendalam, ditemukan bahwa Bakhri Syahid menafsirkan kata “Maaliki” dengan menggunakan pendekatan linguistik-konseptual yang dikontekstualisasikan ke dalam budaya lokal. Penggunaan budaya tersebut merujuk pada kebahasaan yaitu menggunakan istilah Jawa “ngratoni”. Istilah tersebut tidak hanya merepresentasikan makna kepemilikan, tetapi juga dalam unusr budaya lokal menggambarkan otoritas absolut Allah sebagai Penguasa Agung atau tertinggi yang mengatur seluruh realitas, termasuk Hari Pembalasan. Temuan ini menegaskan bahwa pemaknaan kata “Maaliki” dalam Tafsir Al-Huda mengandung integrasi antara aspek ketuhanan, prinsip keadilan, dan kepastian eskatologis, sehingga memberikan kontribusi penting dalam memahami hubungan antara konsep kepemilikan Ilahi dan kekuasaan mutlak dalam perspektif teologi Islam.
References
Muhsin, Imam. “Budaya Pesisiran dan Pedalaman dalam Tafsir al-Qur‟an (Studi KasusTafsir al-Ibrīz dan Tafsir al-Huda)”, Jurnal Thaqāfiyyāt, Vol. 15, No. 1 (2015).
Muhsin, Imam Tafsir al-Qur‟an dan budaya Lokal; Studi Nilai-Nilai Budaya Jawa
dalam Tafsir A-Huda Karya Bakri Syahid, Balitbang dan Diklat
Kementerian Agama RI, 2010.
Syahid, Bakri. Tafsir al-Huda: Tafsir Qur‟an Bahasa Jawi. Yogyakarta: Bagus, 1979.
Rizqi, Fitria. Bakhri Syahid dan Tafsir Al-Huda. 2020.
Millati, Zuhyyina. Kajian Akademik Kitab Tafsir Al-Huda. 2019.



