Pendampingan Literasi Digital Santri Untuk Membangun Budaya Belajar Produktif di Madrasah Aliyah Ibrahimy Walisongo Situbondo

Authors

  • Budiyanto Institut Agama Islam Wali Songo, Situbondo Author
  • Hartono Institut Agama Islam Wali Songo Situbondo Author
  • Nuris Zain Institut Agama Islam Wali Songo, Situbondo Author

Keywords:

literasi digital; santri; belajar produktif; pesantren; globalisasi

Abstract

Transformasi digital telah mengubah lingkungan belajar santri sekaligus menghadirkan peluang dan risiko dalam mengakses informasi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini berangkat dari kebutuhan untuk memperkuat kemampuan santri dalam menggunakan media digital secara kritis, etis, aman, dan produktif untuk kepentingan belajar. Program bertujuan membangun budaya belajar produktif pada santri Madrasah Aliyah Ibrahimy Walisongo Situbondo melalui pendampingan literasi digital yang terstruktur. Metode pengabdian menggunakan pendekatan partisipatif melalui pemetaan kebutuhan, lokakarya interaktif, praktik terbimbing, pendampingan berbasis tugas, refleksi, dan evaluasi. Materi pendampingan meliputi pencarian dan verifikasi informasi akademik, etika dan keamanan digital, pengorganisasian sumber belajar digital, pembuatan konten edukatif sederhana, serta penyusunan kebiasaan belajar produktif. Evaluasi dilakukan melalui observasi, refleksi peserta, produk belajar, serta kuesioner awal dan akhir. Pelaksanaan pendampingan menunjukkan perubahan positif pada pemahaman santri mengenai kredibilitas informasi, kesadaran etika digital, keterampilan memanfaatkan perangkat digital untuk tugas akademik, serta kemauan menghasilkan konten edukatif, bukan sekadar mengonsumsi konten. Santri juga mulai merumuskan aturan praktis penggunaan gawai yang bertanggung jawab dan pola belajar kolaboratif. Program ini menunjukkan bahwa pendampingan literasi digital di madrasah berbasis pesantren menjadi lebih bermakna ketika kompetensi teknologi dipadukan dengan etika Islam, disiplin belajar, kemampuan berpikir kritis, dan pendampingan guru secara berkelanjutan. Dengan demikian, literasi digital perlu dikembangkan sebagai budaya belajar, bukan sekadar pelatihan teknis sesaat.

Downloads

Published

2026-10-01

How to Cite

Pendampingan Literasi Digital Santri Untuk Membangun Budaya Belajar Produktif di Madrasah Aliyah Ibrahimy Walisongo Situbondo. (2026). Falsafa: Jurnal Multidisiplin Pengabdian Kepada Masyarakat, 1(10), 1-9. https://albaayaninstitute.org/index.php/falsafa/article/view/949

Similar Articles

1-10 of 31

You may also start an advanced similarity search for this article.