EDUKASI TERAPI TERTAWA UNTUK MENCEGAH KEJADIAN POST PARTUM BLUES PADA IBU NIFAS
Keywords:
terapi tertawa, Post Partum Blues, NifasAbstract
Masa nifas ini tubuh ibu nifas akan mengalami berbagai perubahan baik fisiologis maupun psikologis. Salah satu kondisi yang umum terjadi pada perubahan psikologi adalah post partum blues, yaitu gangguan afektif ringan yang muncul akibat perubahan hormon secara drastis setelah melahirkan. Penelitian BPS Asri Tuban menemukan 36,4% responden mengalami gejala berat, 30,3% sedang, dan 33,3% ringan. Hampir setengah dari responden (48,5%) juga dilaporkan kurang mendapatkan dukungan keluarga(Iftitakhiyah, 2020) . Hasil survey awal peneliti di UOBF Puskesmas Soko pada Maret 2025 mencatat dari 89 ibu nifas, terdapat 25 orang (28%) yang mengalami gejala post partum blues. Adapun Tujuan dari kagiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan ibu nifas dalam mencegah kejadian post partum blues dengan memberikan edukasi terapi tertawa. Kegiatan pengabdian masyarakat berupa edukasi terapi tertawa pada ibu nifas sejumlah 16 responden yang ada di puskesmas soko. Metode pelaksanaan ini pemberian edukasi terapi tertawa dengan menggunakan desain pre test-post test. Hasil analisa data dengan distribusi frekuensi dan prosentase dari pre dan post-test. Hasilnya Pengetahuan dari 16 postpartum sebelum dilakukan edukasi terapi tertawa sebagian besar memiliki kategori pengetahuan rendah sebanyak 12 responden (75 %), sedangkan setelah di berikan edukasi hampir seluruhnya memiliki kategori pengetahuan sedang sejumlah 14 responden (87,5 %). Edukasi pencegahan post partum blues pada ibu nifas dengan edukasi terapi tertawa berhasil meningkatkan pemahaman serta kesadaran post partum akan pentingnya melakukan terapi tertawa pada masa nifas sebagai suatu upaya mencegah terjadinya kejadian post partum blues





