Paradoks Manajemen: Konsep Tradisi dan Budaya Organisasi di Pondok Pesantren Darussalam Blokagung

Authors

  • Nur Vauzan Universitas KH. Mukhtar Syafa’at Blokagung Banyuwangi Author
  • Siti Aimmah Universitas KH. Mukhtar Syafa’at Blokagung Banyuwangi Author

Keywords:

santri, kepemimpinan kyai, hibriditas organisasi, tradisi pesantren, digitalisasi

Abstract

Penelitian ini mengkaji paradoks budaya organisasi di Pondok Pesantren Darussalam Blokagung, di mana tradisi pesantren yang berbasis otoritas kyai dan nilai spiritual bersinggungan dengan tuntutan modernisasi manajerial. Rumusan masalah penelitian adalah bagaimana santri dan pengurus pesantren menegosiasikan praktik manajemen modern tanpa mengabaikan nilai-nilai tradisi serta bagaimana kepemimpinan kyai menyeimbangkan otoritas spiritual dengan efisiensi organisasi. Pertanyaan penelitian mencakup: (1) bagaimana santri berperan sebagai agen transformasi dalam praktik manajerial pesantren, (2) bagaimana kyai mengelola paradoks kepemimpinan antara tradisi dan tuntutan modern, dan (3) bagaimana digitalisasi diintegrasikan dalam praktik tradisional pesantren. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, pengumpulan data melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi, serta analisis data interaktif dan dekonstruktif untuk menyingkap makna budaya dan dinamika tradisi modernitas. Temuan penelitian menunjukkan bahwa santri berperan aktif sebagai mediator antara tradisi dan modernitas, mengelola jadwal belajar, kegiatan ekstrakurikuler, administrasi, dan inovasi digital tanpa mengorbankan nilai-nilai keislaman. Kepemimpinan kyai bersifat hibrid, menjaga otoritas tradisional sekaligus menyesuaikan praktik manajerial modern, sehingga tercipta keseimbangan antara efisiensi organisasi dan kelestarian budaya pesantren. Digitalisasi diterapkan secara selektif untuk mendukung administrasi, komunikasi, dan pembelajaran, memfasilitasi adaptasi modern tanpa menghilangkan identitas tradisi pesantren. Hasil penelitian menegaskan bahwa Pondok Pesantren Darussalam Blokagung merepresentasikan model organisasi hibrid yang adaptif, inovatif, dan berkelanjutan, di mana modernitas dan tradisi dikelola secara dialektis untuk mencapai efektivitas manajerial sekaligus mempertahankan nilai-nilai spiritual dan budaya pesantren.

References

Anwar, M. (2013). Modernisasi pesantren: pergeseran tradisi dan budaya Kyai. Hunafa: Jurnal Studia Islamika, 1(1), 19–42.

Arifin, Z. (2015). Kepemimpinan Kyai dalam ideologisasi pemikiran santri di Pesantren Salafiyah Mlengi Yogyakarta. Inferensi: Jurnal Penelitian Sosial Keagamaan, 9(2), 351–372.

Astari, M. R., Saifullah, R., Rosmawati, S., & Siregar, M. U. (2016). Workshop pentingnya wawasan digitalisasi bagi santri Pondok Pesantren Santi Aji. Jurnal Bakti Saintek: Jurnal Pengabdian Masyarakat Bidang Sains dan Teknologi, 3(3), 1–15.

Azra, A. (2015). Pendidikan Islam: Tradisi dan modernisasi di tengah tantangan milenium III. Jakarta: Kencana Prenadamedia Group.

Bass, B. M. (1990). From transactional to transformational leadership: Learning to share the vision. Organizational Dynamics, 18(3), 19–31.

Boli, J., & Thomas, G. M. (1999). INGOs and the organization of world culture. In J. Boli & G. M. Thomas (Eds.), Constructing world culture: International nongovernmental organizations since 1875 (pp. 1–38). Stanford, CA: Stanford University Press.

Dhofier, Z. (2015). Tradisi pesantren: Studi pandangan hidup kiai dan visinya mengenai masa depan Indonesia. Jakarta: LP3ES.

Faris, A. (2015). Kepemimpinan Kiai dalam mengembangkan pendidikan pesantren. Anil Islam, 8(1), 123–144.

Fauzi, A. (2015). Paradoks manajemen modern: Tradisi dan budaya organisasi di Pondok Pesantren Darussalam Blokagung. Jurnal Manajemen Pendidikan Islam, 3(2), 145–160.

Hasan, N. (2015). Peran pesantren dalam penguatan Islam moderat dan transformasi sosial. Jurnal Pendidikan Islam, 4(2), 211–226.

Hasanah, R. (2015). Kepemimpinan Kyai di pesantren: Strategi menanamkan nilai keagamaan di tengah arus modernisasi. Ihtirom: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam, 4(1), 45–59.

Hasyudi, I., Saepuloh, E., & Zuhri, M. T. (2016). Gaya kepemimpinan Kyai di Pondok Pesantren Al‑Qur’an Al‑Falah 2 Nagreg. Pendas: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 10(1), 90–105.

Mukodi, dkk. (2015). Pemanfaatan teknologi informasi digital dalam pengembangan santri (analisis dampak motivasi belajar). Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Islam, 1(2), 35–48.

Nata, A. (2015). Manajemen pendidikan Islam: Tantangan modernitas dan tradisi. Jurnal Pendidikan Islam, 4(1), 25–40.

Saini, M. (2005). Pesantren dalam era digital: Antara tradisi dan transformasi. Tasamuh: Jurnal Studi Islam, 16(2), 342–356.

Tahir, S. Z. B. (2015). The attitude of santri and ustadz toward multilingual education at pesantren. International Journal of Language and Linguistics, 3(4), 210–216.

Taufikin, T., Nurhayati, S. N., Badawi, H., Falah, A., & Sholihuddin, M. (2016). Integrating creative digital content in pesantren: Improving santri’s digital literacy and Islamic learning. Edukasia Islamika, 5(1), 50–67.

Yanto, A. N., Abdullah, W., & Zulfiqri, M. (2016). Digitalisasi pesantren Darul Mustafa Lebak Banten. Tarbiyatuna: Jurnal Pendidikan Islam, 16(2), 101–115.

Zuhdi, M. (2015a). Kepemimpinan kiai dan budaya organisasi pesantren. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Islam, 2(2), 89–104.

Zuhdi, M. (2015b). Dinamika kepemimpinan kiai dan pembentukan karakter santri di pesantren. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Islam, 2(2), 89–104.

Downloads

Published

2026-01-10

How to Cite

Paradoks Manajemen: Konsep Tradisi dan Budaya Organisasi di Pondok Pesantren Darussalam Blokagung. (2026). Az-Zaida : Jurnal Ilmu Multidisiplin, 2(1), 164-175. https://albaayaninstitute.org/index.php/azzaida/article/view/463

Similar Articles

21-30 of 30

You may also start an advanced similarity search for this article.