Strategi Perantau dalam Mempertahankan Kebudayaan di Tanah Perantauan: Studi Pada Dou Mbojo di Surabaya
Keywords:
Suku Mbojo, Dou Mbojo, Perantau, Mempertahankan KebudayaanAbstract
Studi ini menyelidiki cara-cara komunitas Dou Mbojo (Suku Mbojo) Surabaya mempertahankan kebudayaan mereka di tengah lingkungan perantauan. Untuk memahami fenomena ini secara menyeluruh, pendekatan kualitatif digunakan, yang melibatkan pengumpulan data melalui observasi, dokumentasi, dan wawancara. Studi menunjukkan bahwa Dou Mbojo di Surabaya berhasil melestarikan budaya mereka dengan membentuk komunitas paguyuban, menggunakan bahasa lokal (Nggahi Mbojo), memberi tahu generasi muda tentang seni dan tradisi, dan mengadakan acara budaya dan keagamaan. Teknologi juga memainkan peran penting dalam memperkuat identitas budaya mereka di perantauan. Ini terutama berlaku untuk teknologi media sosial. Strategi ini tidak hanya mempertahankan warisan budaya Mbojo, tetapi juga membuat anggota komunitas lebih bersatu. Diharapkan bahwa penelitian ini akan bermanfaat bagi kelompok etnis lain yang menghadapi kesulitan yang serupa untuk mempertahankan kebudayaan mereka di tengah dinamika globalisasi.
References
Adawiyah, R., & Syakur, A. A. (2022). Verba Keadaan Tipe Melihat Bahasa Bima, Kajian Metabahasa Semantik Alami. … : Jurnal Linguistik, Sastra, Dan …, 7(1). Retrieved from http://ejournal.unwmataram.ac.id/trendi/article/view/1385%0Ahttp://ejournal.unwmatara m.ac.id/trendi/article/download/1385/716
Akhmar, A. M., Arafah, B., & Pardiman, W. (2017). Strategi Budaya Orang Bugis Pagatan dalam Menjaga Identitas Ke-Bugis-an dalam Masyarakat Multikultur. Kapata Arkeologi, 13(1), 73. https://doi.org/10.24832/kapata.v13i1.392
Alfiana Wulandari, S. N., & Mufid, M. (2020). Komunikasi Antarbudaya Etnis Jawa Dan Sunda: Studi Pada Mahasiswa/I Fakultas Dakwah Dan Komunikasi Uin Sunan Ampel Surabaya. An-Nas, 4(2), 1–11. https://doi.org/10.36840/annas.v4i2.289
Aryati, G. (2019). Relasi Sosial Antar Etnis Di Kota Surabaya. Jurnal Perpustakaan Airlangga, 30(28), 1–16.
Astuti, A. (2019). Eksistensi Budaya Rimpu Masyarakat Suku Mbojo Di Kabupaten Bima.
JUPE : Jurnal Pendidikan Mandala, 4(5). https://doi.org/10.58258/jupe.v4i5.843
Livita, E., & Santosa, R. P. (2024). Pengalaman Penyesuaian Sosial Pada Mahasiswa Etnis Sunda Yang Merantau Di Surabaya. Jurnal Psikologi, 3(3), 217–229. Retrieved from http://jurnal.anfa.co.id/index.php/afeksi
Müller, F. (1997). State-of-the-art in ecosystem theory. Ecological Modelling, 100(1–3), 135– 161.
Mulyawan, W., Akhyar, Iptidaiyah, M., & Usman, A. (2020). Mbolo Weki dan Mbolo Rasa sebagai Manifestasi Budaya Kasama Weki (Studi pada Kelurahan Rabadompu Timur Kota Bima). Jurnal Komunikasi Dan Kebudayaan, 7(2), 271.
Oktavia, S. (2023). 4 Suku etnis paling banyak menghuni Surabaya. Retrieved from https://www.detik.com/jatim/budaya/d-7025207/4-suku-dan-etnis-paling-banyak- menghuni-surabaya#:~:text=Selain suku Jawa%2C Surabaya menjadi,multi etnis yang kaya budaya.
Situmorang, T. M., Nurhadi, & Hermawan, Y. (2024). Adaptasi dan Strategi Pemertahanan
Identitas Etnis pada Masyarakat Batak di Pemalang. Entita: Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial Dan Ilmu-Ilmu Sosial, 6(1), 15–32. https://doi.org/10.19105/ejpis.v6i1.13212
Wahid, A. (2019). Bima: Dana , Dou , dan Rawi Mbojo. (2016), 1–23.
Wasisto Raharjo Jati. (2021). Relasi Antar Umat Mayoritas Dan Minoritas: Studi Masyarakat Tionghoa Di Surabaya. Harmoni, 20(2), 276–292. https://doi.org/10.32488/harmoni.v20i2.499
Widiyanto, Y. S., Purna, M., & Suprapti, M. (1999). keberadaan Paguyuban Etnis di Daerah perantauan Dalam Menunjang Persatuan Dan kesatuan. Jakarta: CV Bima Sakti Raya.
Yati, S., Hardianti, E. N., Khatimah, K., & Bustan. (2019). Budaya Rimpu Di kalangan Anak Muda Bima. Jurnal Kajian Sosial Dan Budaya, 3(2), 122–129.






