TRANSFORMASI METODE PENULISAN KITAB HADIS PASCA ABAD KE-4

Authors

  • Yunus Sekolah Tinggi Agama Islam Darussalam Bangkalan Author
  • Muhammad Lutfianto Sekolah Tinggi Agama Islam Darussalam Bangkalan Author

Keywords:

Pembukuan Hadis, Mustakhraj, Rijāl al-Ḥadith

Abstract

Metode penulisan kitab hadis pasca abad ke-4 Hijriyah yang ditandai dengan perkembangan sistematika dan metodologi ilmu hadis secara lebih kompleks dan sistematis. Pada periode ini, fokus ulama tidak lagi hanya pada penghimpunan hadis, tetapi juga pada kritik sanad, validasi kualitas hadis, penyusunan kitab rijal al-hadis, serta penulisan syarah dan kitab tematik.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ciri-ciri metode dan sistematika pembukuan hadis pasca abad ke-4 H serta memahami pengertian kitab takhrij dan rijal al-hadis beserta contohnya. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kepustakaan (library research) dengan pendekatan deskriptif-analitis melalui penelaahan berbagai literatur klasik dan modern tentang ilmu hadis.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada masa pasca abad ke-4 H muncul berbagai model penulisan kitab hadis seperti kitab aṭrāf, mustakhraj, mustadrak, dan jāmi’, yang berfungsi untuk memperkuat sanad, menghimpun hadis-hadis yang tersebar, serta memudahkan penelusuran hadis. Selain itu, berkembang pula kitab takhrij yang berfungsi menelusuri sumber dan kualitas hadis, serta kitab rijal al-hadis yang memuat biografi dan penilaian terhadap para perawi hadis. Perkembangan ini menunjukkan bahwa ulama hadis pada periode tersebut memiliki perhatian besar terhadap pemeliharaan otentisitas hadis dan pengembangan metodologi ilmu hadis secara lebih mendalam dan sistematis.

References

Ajjāj al-Khāṭib, Muḥammad. Usul al-Hadith. Beirut: Dār al-Fikr, 1989.

al-Asfahānī Abū Nu‘aim. Hilyat al-Awliyā’ wa Ṭabaqāt al-Aṣfiyā’. Beirut: Dār al-Fikr, 1997.

al-Asqalānī, Ibn Ḥajar. Nuzhāt al-Naẓar fī Tawḍīḥ Nukhbat al-Fikr. Beirut: Dār al-Fikr, 1991.

al-Fahmī, Laīts bin Sa‘īd. Tārīkh al-Jarjān. Beirut: Al-Mazra‘a, 1987.

al-Hakīm al-Naisabūrī. Ma‘rifat ‘Ulūm al-Ḥadīth. Beirut: Dār al-Kutub al-‘Ilmiyyah, 1990.

al-Naisaburī, Al-Hakīm. Ma’rifat `Ulūm al-Hadith Beirut: Dār al-Kutub al-Ilmiyyah, 1990.

al-Nawāwī. Riyāḍ al-Ṣāliḥīn. Beirut: Dār al-Fikr, 1986.

ash-Shiddieqy, M. Hasbi. Sejarah dan Pengantar Ilmu Hadis. Jakarta: Bulan Bintang, t.t.

ash-Shiddieqy, M. Hasbi. Sejarah Perkembangan Hadis. Jakarta: Bulan Bintang, 1998.

Azami, Muḥammad Musthafa. Studies in Hadith Methodology and Literature. Indianapolis: Islamic Teaching Center, 1977.

Dermawan, Deni. Metode Penelitian Kuantitatif. Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2013.

Hasan, Hasan Ibrahim. Sejarah Kebudayaan Islam. Terjemahan Cehdan Umam. Yogyakarta: Kota Kembang, 1989.

Ibn Ṣalāḥ. Muqaddimah Ibn Ṣalāḥ fī ‘Ulūm al-Ḥadīth. Beirut: Dār al-Fikr, 1986.

Ismail, Syuhudi. Pengantar Ilmu Hadis. Bandung: Angkasa, 1985.

Muhajirun. Ulumul Hadis II. Palembang: Noerfikri, 2016.

Thahān, Maḥmūd. Taisīr Muṣṭalaḥ al-Ḥadīth. Terjemahan Aminuddin dan Abdul Haris. Jakarta: Gema Insani, 1995.

Ya‘qub, Ali Musthafa. Kritik Hadis. Jakarta: Pustaka Firdaus, 1995.

Yoesqi, M. Isom. Inklusivitas Hadis Nabi Muhammad SAW Menurut Ibn Taimiyyah. Jakarta: Pustaka Mapan, 2006.

Zahw, Muḥammad Muḥammad Abū. Al-Ḥadīth wa al-Muḥaddithūn. Beirut: Dār al-Kutub al-‘Arabī, 1984.

Zuhdi, Masjfuk. Pengantar Ilmu Hadis. Surabaya: Bina Ilmu, 1993.

Downloads

Published

2026-06-19

How to Cite

TRANSFORMASI METODE PENULISAN KITAB HADIS PASCA ABAD KE-4. (2026). Al-Kalimantan: Jurnal Kajian Keislaman, 2(2), 443-455. https://albaayaninstitute.org/index.php/alkalimantan/article/view/698

Similar Articles

21-30 of 50

You may also start an advanced similarity search for this article.