ASBAB AL-NUZUL DAN OTORITAS PENAFSIRAN: KAJIAN ATAS URGENSI, KAIDAH, DAN DINAMIKA PEMAHAMAN TEKS ANTARA HISTORISITAS DAN UNIVERSALITAS

Authors

  • Muhammad Royyan Faqih Azhary Ma'had Aly Hasyim Asy'ari Tebuireng Author
  • Lesna Tarida Tarida Universitas KH. Abdul Wahab Hasbullah Author
  • Muhammad Fatchullah Universitas KH. Abdul Wahab Hasbullah, Jombang Author

Keywords:

Asbāb al-Nuzūl, Ta'addud al-nāzil, Qur'anic Hermeneutics, Principles of Exegesis, Historicity, Universality.

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dinamika dan implikasi perdebatan metodologis dalam studi Asbāb al-Nuzūl, khususnya berkaitan dengan fenomena Ta‘addud al-nāzil wa al-sabab wāid (satu sebab, banyak ayat) dan dialektika kaidah al-‘ibrah bi ‘umūm al-laf (hukum berdasarkan keumuman lafal) versus al-‘ibrah bi khuū al-sabab (hukum berdasarkan kekhususan sebab). Melalui metode penelitian kualitatif kepustakaan dengan pendekatan historis-hermeneutis, kajian ini mengurai perdebatan klasik hingga kontemporer untuk menawarkan perspektif yang mengintegrasikan historisitas dan universalitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fenomena Ta‘addud al-nāzil, seperti dalam riwayat Ummu Salamah, mengonfirmasi respons Al-Qur’an yang multidimensi terhadap satu persoalan. Sementara itu, perdebatan kaidah, sebagaimana terlihat dalam penafsiran QS. al-Mā’idah: 33, sering terperangkap dalam polarisasi antara mempertahankan kesetiaan historis dan mengekstrak nilai universal. Artikel ini menyimpulkan bahwa Asbāb al-Nuzūl harus diposisikan sebagai jembatan metodologis dinamis, bukan sekadar alat rekonstruksi sejarah, agar dapat menghubungkan konteks pewahyuan dengan pembacaan kontemporer, sehingga relevansi Al-Qur’an sebagai pedoman yang kontekstual dan universal tetap terjaga.

Author Biographies

  • Muhammad Royyan Faqih Azhary, Ma'had Aly Hasyim Asy'ari Tebuireng

    Mahasantri Marhalah Tsaniyah Ma'had Aly Hasyim Asy'ari Tebuireng Jombang

  • Lesna Tarida Tarida, Universitas KH. Abdul Wahab Hasbullah

    Mahasiswa Pascasarjana Universitas KH. Abdul Wahab Hasbullah Tambak Beras Jombang

References

Al-Bukhari. Shahih al-Bukhari. Dar Thuq al-Najah.

Al-Jabiri, Muhammad ‘Abid. Fahm al-Qur’an al-Hakim: al-Tafsir al-Wadih Hasba Tartib al-Nuzul. Jilid 1. Beirut: Markaz Dirasat al-Wihdah al-‘Arabiyyah, 2008.

Al-Qattan, Manna‘. Mabahits fi ‘Ulum al-Qur’an. Kairo: Maktabah Wahbah, 2000.

Al-Qur’an al-Karim.

Al-Suyuthi, Jalaluddin asy-. Al-Itqan fi ‘Ulum al-Qur’an. Beirut: Dar al-Fikr, t.th.

______. Al-Itqan fi ‘Ulum al-Qur’an. Jilid 1. Beirut: Dar al-Kutub al-‘Ilmiyyah, 2004.

Al-Wahidi, Abu al-Hasan ‘Ali ibn Ahmad. Asbab al-Nuzul. Beirut: Dar al-Kutub al-‘Ilmiyyah, 1991.

Al-Zarqani, Muhammad ‘Abd al-‘Azim. Manahil al-Irfan fi ‘Ulum al-Qur’an. Jilid 1. Kairo: ‘Isa al-Baby al-Halaby, cet. 3, t.th.

Al-Zarqoni, Muhammad Abd al-. Manahil al-Irfan. Jilid 1. Beirut: t.p., t.th.

Amal, Taufik Adnan, dan Syamsul Rizal Panggabean. Tafsir Kontekstual al-Qur’an. Bandung: Mizan, 1989.

Anwar, Abu. Ulum al-Qur’an: Sebuah Pengantar. Jakarta: Media Ilmu, t.th.

Anwar, Rosihon. Ulum al-Qur’an. Bandung: Pustaka Setia, 2012.

Azhary, Muhammad Royyan Faqih; dkk. “Meninjau Validitas Hadis Perpecahan Umat Islam: Pendekatan Kritik ‘Ilal Matan.” Innovative: Journal Of Social Science Research 5, no. 3, 2025.

Ibnu Katsir, Abu al-Fida’ Isma‘il. Tafsir al-Qur’an al-‘Azhim. Jilid 6. Beirut: Dar al-Kutub al-‘Ilmiyyah, 1419 H.

Izzan, Ahmad. Ulumul Qur’an: Telaah Tekstualitas dan Kontekstualitas al-Qur’an. Bandung: Tafakur, 2013.

Muhadjir, Noeng. Metodologi Penelitian Kualitatif. Yogyakarta: Rake Sarasin, 2011.

Rahman, Fazlur. Islam and Modernity: Transformation of an Intellectual Tradition. Chicago: University of Chicago Press, 1982.

Saeed, Abdullah. Interpreting the Qur’an: Towards a Contemporary Approach. London: Routledge, 2006.

Shihab, M. Quraish. Kaidah Tafsir: Syarat, Ketentuan, dan Aturan yang Patut Anda Ketahui dalam Memahami Ayat-ayat Al-Qur’an. Tangerang: Lentera Hati, 2013.

Tarida, Lesna; dkk. “Conceptual Distinctions in Hadith Studies: Understanding the Differences Between Hadith, Sunnah, Khabar, and AtsarConceptual Distinctions in Hadith Studies: Understanding the Differences Between Hadith, Sunnah, Khabar, and Atsar.” ALMUSTOFA: Journal of Islamic Studies and Research 2, no. 2, 2025.

Tarida, Lesna; dkk.“Pendidikan Agama Islam dalam Bingkai Nasional: Kajian Konseptual atas Hakikat, Tujuan, dan Landasan Pembentuk Karakter.” SUKIJO CiRCLE: Journal of Contemporary Islamic Education Studies 1, no. 2, 2005.

Zaid, Nasr Hamid Abu. Mafhum al-Nass: Dirash fi ‘Ulum al-Qur’an. Kairo: Al-Hai’ah al-Mishriyyah al-‘Ammah li al-Kitab, 1990.

Zed, Mestika. Metode Penelitian Kepustakaan. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia, 2008.

Downloads

Published

2025-12-23

How to Cite

ASBAB AL-NUZUL DAN OTORITAS PENAFSIRAN: KAJIAN ATAS URGENSI, KAIDAH, DAN DINAMIKA PEMAHAMAN TEKS ANTARA HISTORISITAS DAN UNIVERSALITAS. (2025). Al-Kalimantan : Jurnal Kajian Keislaman, 2(2), 165-177. https://albaayaninstitute.org/index.php/alkalimantan/article/view/365

Similar Articles

1-10 of 36

You may also start an advanced similarity search for this article.