TUJUH LANGIT MENGUNGKAP STRUKTUR ALAM SEMESTA DALAM AL-QUR’AN DAN SAINS

Authors

  • Latifah Arum Setiyawati Ma’had Aly Walindo Pekalongan Author
  • Faisal Abdullah Ma’had Aly Walindo Pekalongan Author

Keywords:

Al-Qur’an, Penciptaan Alam Semesta, Kosmologi, Tujuh Langit, Sains Modern

Abstract

Penelitian ini mengkaji konsep penciptaan alam semesta berdasarkan perspektif Al-Qur’an dan ilmu pengetahuan modern. Tujuan kajian ini adalah menelaah makna kosmologis istilah langit (as-samā’), tahapan penciptaan langit dan bumi, serta keterkaitan penjelasan Al-Qur’an dengan temuan kosmologi kontemporer. Metode yang digunakan berupa penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan tafsir tematik (tafsīr maudū‘ī), disertai analisis deskriptif-analitis terhadap ayat-ayat Al-Qur’an yang membahas penciptaan alam semesta. Kajian ini juga didukung oleh telaah terhadap literatur tafsir klasik dan modern serta referensi ilmiah di bidang sains. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Al-Qur’an memposisikan alam semesta sebagai ciptaan Allah Swt. yang mencakup langit dan bumi beserta seluruh isinya, diciptakan secara berangsur-angsur, tertata, dan sarat dengan hikmah. Konsep tujuh langit dipahami sebagai struktur kosmik yang berlapis dan selaras, meskipun penjelasan mengenai hakikatnya menjadi perbedaan pandangan di kalangan ulama. Sementara itu, kosmologi modern melalui teori Dentuman Besar (Big Bang) dan konsep pemuaian alam semesta memandang alam semesta sebagai sistem yang dinamis dan terus berkembang, yang secara konseptual sejalan dengan isyarat Al-Qur’an tentang perluasan langit dan penciptaannya dari kondisi awal yang menyerupai asap (dukhān). Kajian ini menegaskan bahwa Al-Qur’an dan ilmu pengetahuan tidak berada dalam posisi yang saling bertentangan, melainkan saling melengkapi dalam menjelaskan proses penciptaan alam semesta, sehingga dapat memperkokoh keimanan, memperluas pemahaman intelektual, serta mendorong perenungan ilmiah dan spiritual terhadap kebesaran Allah Swt.

References

A.S Hornby, Oxford Advanced Learner’s Dictionary, 9 ed. (Oxford University Press, 2015), 1461. 78 Wahbah al-Zuhaili, al-Tafsi>r al-Muni>r fi al-’Aqi>dah wa al-Syari>’ah wa al-Manhaj, 10 ed. (Dar al-Fikr, 2009), 15:12.

John M. Echols dan Hasan Shadily. Kamus Inggris-Indonesia, (Jakarta: Gramedia, 1996), hlm. 618

Dedi Sahputra Napitupulu, "Esensi Alam Semesta Perspektif Filsafat Pendidikan Islam", Jurnal Pendidikan Islam, Vol. 6, No.1, hlm. 2

Sirajuddin Zar, Konsep Penciptaan Alam dan Pemikiran Islam, Sains dan Al Qur’an, (Jakarta: Raja Grafindo Persada, 1994), hlm. 2

(Dr. Muhammad Jamaluddin El-Fandy, Al-Quran tentang Alam Semesta).

Ibn Manzur, Lis n al-Arab, (Beirut : Dar at-Turast al-Arabı̅, 2001), hlm. 1244.

Muhammad Fu’ad Abd al-Baqı̅, al-Mu’jam al-Muhfaros L ̅ al-F z al-Qur’ n al-Kar ̅m, (Kairo: Dar al-Hadı̅ts, 1364 H), hlm. 241-245.

Ibn Manzur, Lis n al-Arab, (Beirut : Dar at-Turast al-Arabı̅, 2001), hlm. 1244.

Muhammad Fu’ad Abd al-Baqı̅, al-Mu’jam al-Muhfaros L ̅ al-F z al-Qur’ n al-Kar ̅m, (Kairo: Dar al-Hadı̅ts, 1364 H), hlm. 241-245.

Abdul Wahab Ahmad, “Membincang Bentuk Bumi Dalam al-Qur’an”, dalam https://sanadmedia.com/post/membincang-bentuk-bumi-dalam-al-quran diakses tanggal 7 Desember 2023, pukul 22.30. 58

Sayyid Quthb, Fi Zhilalil Qur’an ”di Bawah Naungan al-Qur’an”, terj. As’ad Yasin, dkk, jilid 10, (Jakarta: Gema Insani Press, 2004), Cet. 1, hlm. 147-153.

Departemen Agama Republik Indonesia, al-Qur’an dan Tafsirnya, (Jakarta: Widya Cahaya, 2011), hlm 480.

Fachruddin, Ensiklopedia al-Qur’an, (Jakarta: PT. Rineka Cipta, 1992), hlm. 246

Stephen Hawking, A Brief History of Time: From the Big Bang to Black Holes (New York: Bantam Books, 1988), 9–12.

Ayatullah Syahid Murtadha Mutahhari, Manusia dan Alam Semesta Konsepsi Islam Tentang Jagad Raya, terj. Ilyas Hasan, (Jakarta: Lentera, 2002), hlm. 33-34.

109 Ibid.

Stephen Hawking, A Brief History of Time (New York: Bantam Books, 1988), hlm. 9–15

Edwin Hubble, “A Relation between Distance and Radial Velocity among Extra-Galactic Nebulae,” Proceedings of the National Academy of Sciences 15, no. 3 (1929): 168–173.

Lawrence M. Krauss, A Universe from Nothing (New York: Free Press, 2012), hlm. 45–60

M. Quraish Shihab, Tafsir Al-Mishbah: Pesan, Kesan, dan Keserasian Al-Qur’an, Vol. 15 (Jakarta: Lentera Hati, 2002), hlm. 35–40.

Hawking, A Brief History of Time, 14–18.

Departemen Agama Republik Indonesia, Tafsir Al-Qur’an Tematik: Penciptaan Alam Semesta (Jakarta: Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an, 2019), 45–47.

Sayyid Quthb, Fī Ẓilāl al-Qur’ān (Kairo: Dār al-Syurūq, 2003), jil. 6, 3872–3874.

Downloads

Published

2026-01-10

How to Cite

TUJUH LANGIT MENGUNGKAP STRUKTUR ALAM SEMESTA DALAM AL-QUR’AN DAN SAINS. (2026). Az-Zaida : Jurnal Ilmu Multidisiplin, 2(1), 330-346. https://albaayaninstitute.org/index.php/azzaida/article/view/490

Similar Articles

11-20 of 118

You may also start an advanced similarity search for this article.