TUMBUH TANPA AYAH: PENGALAMAN PENDIDIKAN DAN PEMBENTUKAN KEMANDIRIAN SANTRI PEREMPUAN YATIM DI PESANTREN GRATIS KLATEN
Keywords:
fatherlessness, perkembangan psikologi, fenomenologiAbstract
Ketiadaan seorang ayah merupakan pengalaman yang dapat memengaruhi kehidupan psikologis dan proses perkembangan anak perempuan, tetapi pengalaman tersebut tidak selalu berlangsung dalam bentuk kerentanan yang sama. Penelitian ini bertujuan untuk memahami pengalaman psikologis dan proses pembentukan kemandirian santri perempuan yatim yang tumbuh dalam lingkungan Pesantren Gratis Klaten. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologi. Partisipan penelitian terdiri atas 26 santri perempuan yatim yang tinggal di area akhwat Pesantren Gratis Klaten. Data diperoleh melalui wawancara dan kuesioner terbuka yang menggali pengalaman kehidupan keluarga, pengalaman tinggal di pesantren, dukungan sosial, cara menghadapi kesulitan, kemandirian, kerinduan terhadap keluarga, serta pandangan terhadap diri dan masa depan. Data dianalisis melalui pembacaan berulang, pengodean, pengelompokan kategori, dan pengembangan tema untuk memahami makna pengalaman partisipan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengalaman tumbuh tanpa ayah berlangsung dalam kondisi keluarga yang beragam, mulai dari kehidupan keluarga yang relatif harmonis hingga keterputusan relasi, perubahan struktur keluarga, dan kesulitan ekonomi. Di tengah keragaman tersebut, pesantren menjadi lingkungan perkembangan yang menyediakan struktur, relasi sosial, dan pengalaman pendidikan yang mendukung terbentuknya kemandirian. Sebagian santri masih mengalami kerinduan terhadap sosok ayah, sementara relasi dengan teman, kakak kelas, pengasuh, dan musyrifah menjadi sumber dukungan bagi mereka yang merasa nyaman untuk berbagi. Orientasi masa depan juga menunjukkan keberagaman, mulai dari keinginan menjadi pribadi yang baik dan bermanfaat hingga tekad untuk mengejar cita-cita tertentu. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengalaman tumbuh tanpa ayah tidak dapat dipahami semata-mata sebagai pengalaman kehilangan, tetapi sebagai proses perkembangan yang dimaknai melalui konteks keluarga, relasi sosial, pendidikan, dan pengalaman hidup yang membentuk kemandirian serta orientasi masa depan santri.
References
Altınsoy, F. (2023). Posttraumatic Growth Experiences of Adolescents With Parental Loss: A Phenomenological Study. Omega (United States), 87(1), 312–333. https://doi.org/10.1177/00302228211048668;WEBSITE:WEBSITE:SAGE;WGROUP:STRING:PUBLICATION
Choi, H. R., Zhai, X., Bae, D. E., & Lee, J. J. (2026). Youth’s Coping Dynamics in Responding to Parental Bereavement: A Thematic Synthesis. Journal of Adolescent Health, 78(4), 545–558. https://doi.org/10.1016/j.jadohealth.2025.11.002
Dopp, A. R., & Cain, A. C. (2012). The Role of Peer Relationships in Parental Bereavement During Childhood and Adolescence. Death Studies, 36(1), 41–60. https://doi.org/10.1080/07481187.2011.573175
East, L., Jackson, D., & O’Brien, L. (2006). Father absence and adolescent development: a review of the literature. Journal of Child Health Care : For Professionals Working with Children in the Hospital and Community, 10(4), 283–295. https://doi.org/10.1177/1367493506067869
Farella Guzzo, M., & Gobbi, G. (2023). Parental Death During Adolescence: A Review of the Literature. Omega, 87(4), 1207–1237. https://doi.org/10.1177/00302228211033661
Fitriah, A., Studi Psikologi, P., Psikologi, F., & Muhammadiyah Banjarmasin, U. (2025). Social support and psychological well-being of adolescent students in Islamic boarding schools. Psycho Holistic, 7(2), 110–123. https://doi.org/10.35747/PH.V7I2.1338
Jessop, M., Fischer, A., & Good, P. (2022). Impact of expected parental death on the health of adolescent and young adult children: A systematic review of the literature. Palliative Medicine, 36(6), 928–937. https://doi.org/10.1177/02692163221092618
Ludik, D., & Greeff, A. P. (2022). Exploring Factors That Helped Adolescents Adjust and Continue With Life After the Death of a Parent. Omega, 84(4), 964–984. https://doi.org/10.1177/0030222820923905
Makhanya, T. B., Masuku, M. M., Mthembu, Z., & Baloyi, T. (2025). The impact of absent fathers on the well-being and development of teenage girls: A semi-systematic literature review. African Journal of Social Work, 15(4), 1–17. https://doi.org/10.4314/AJSW.V15I4.1
Nurhidayati, M., & Chairani, L. (2015). Makna Kematian Orangtua Bagi Remaja (Studi Fenomenologi Pada Remaja Pasca Kematian Orangtua). Jurnal Psikologi, 10(1), 33–40. https://doi.org/10.24014/jp.v10i1.1177
Oltjenbruns, K. A. (2004). Developmental context of childhood: Grief and regrief phenomena. Handbook of Bereavement Research: Consequences, Coping, and Care., 169–197. https://doi.org/10.1037/10436-007
Poth, J. W. C. and C. N. (2018). Qualitative Inquiry and Research Design: Choosing Among Five Approaches | Online Resources. https://edge.sagepub.com/creswellqi5e?utm_source=chatgpt.com
Wardhana, S. H., & Dasalinda, D. (2026). Building Awareness: The Impact of Fatherlessness of the Mental Health of Adolescent Girls. G-Couns: Jurnal Bimbingan Dan Konseling, 10(04), 3866–3879. https://doi.org/10.31316/G-COUNS.V10I04.7572







