STRATEGI MANAJEMEN KURIKULUM DIGITAL UNTUK MENINGKATKAN MUTU PEMBELAJARAN DI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA

Authors

  • Budi Tri Cahyono Universitas Sebelas Maret Author

Keywords:

Manajemen Kurikulum Digital; Pembelajaran IPA; Learning Management System; TPACK; Kemampuan Sains

Abstract

Transformasi digital dalam pendidikan tidak hanya berkaitan dengan penggunaan teknologi, tetapi juga membutuhkan pengelolaan kurikulum agar teknologi benar-benar mendukung pengalaman belajar siswa. Penelitian ini bertujuan menganalisis penerapan manajemen kurikulum digital dalam pembelajaran IPA serta mengkaji pengaruhnya terhadap peningkatan kemampuan sains siswa kelas VIII di SMPN 3 Surakarta. Penelitian menggunakan pendekatan mixed methods dengan desain sequential explanatory, yang menggabungkan quasi-experimental design dengan kajian kualitatif deskriptif. Subjek kuantitatif terdiri atas 64 siswa, yaitu 32 siswa kelas VIII.1 sebagai kelompok eksperimen dan 32 siswa kelas VIII.2 sebagai kelompok kontrol. Data diperoleh melalui pre-test, post-test, observasi, wawancara, dan dokumentasi. Pengelolaan kurikulum dianalisis berdasarkan fungsi planning, organizing, actuating, dan controlling (POAC).

Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan kurikulum digital yang terintegrasi dengan LMS, simulasi sains interaktif, dan media pembelajaran digital dapat menciptakan proses pembelajaran yang lebih aktif dan terarah. Rerata nilai kelas eksperimen meningkat dari 54,25 menjadi 84,50 dengan N-Gain sebesar 0,71, sedangkan kelas kontrol memperoleh N-Gain sebesar 0,41. Hasil Independent Sample t-Test menunjukkan nilai thitung(6,412) > ttabel(1,999), dengan signifikansi p = 0,000 < 0,05, sehingga terdapat perbedaan peningkatan kemampuan sains yang signifikan antara kedua kelompok. Temuan ini menunjukkan bahwa efektivitas digitalisasi pembelajaran tidak hanya ditentukan oleh teknologi, tetapi juga oleh kualitas perencanaan kurikulum, kompetensi TPACK guru, pelaksanaan pembelajaran, dan supervisi akademik yang berkelanjutan.

References

Transformasi digital dalam pendidikan tidak hanya berkaitan dengan penggunaan teknologi, tetapi juga membutuhkan pengelolaan kurikulum agar teknologi benar-benar mendukung pengalaman belajar siswa. Penelitian ini bertujuan menganalisis penerapan manajemen kurikulum digital dalam pembelajaran IPA serta mengkaji pengaruhnya terhadap peningkatan kemampuan sains siswa kelas VIII di SMPN 3 Surakarta. Penelitian menggunakan pendekatan mixed methods dengan desain sequential explanatory, yang menggabungkan quasi-experimental design dengan kajian kualitatif deskriptif. Subjek kuantitatif terdiri atas 64 siswa, yaitu 32 siswa kelas VIII.1 sebagai kelompok eksperimen dan 32 siswa kelas VIII.2 sebagai kelompok kontrol. Data diperoleh melalui pre-test, post-test, observasi, wawancara, dan dokumentasi. Pengelolaan kurikulum dianalisis berdasarkan fungsi planning, organizing, actuating, dan controlling (POAC).

Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan kurikulum digital yang terintegrasi dengan LMS, simulasi sains interaktif, dan media pembelajaran digital dapat menciptakan proses pembelajaran yang lebih aktif dan terarah. Rerata nilai kelas eksperimen meningkat dari 54,25 menjadi 84,50 dengan N-Gain sebesar 0,71, sedangkan kelas kontrol memperoleh N-Gain sebesar 0,41. Hasil Independent Sample t-Test menunjukkan nilai thitung(6,412) > ttabel(1,999), dengan signifikansi p = 0,000 < 0,05, sehingga terdapat perbedaan peningkatan kemampuan sains yang signifikan antara kedua kelompok. Temuan ini menunjukkan bahwa efektivitas digitalisasi pembelajaran tidak hanya ditentukan oleh teknologi, tetapi juga oleh kualitas perencanaan kurikulum, kompetensi TPACK guru, pelaksanaan pembelajaran, dan supervisi akademik yang berkelanjutan.

Downloads

Published

2026-08-01