PENERAPAN DEEP LEARNING BERBASIS KURIKULUM MERDEKA UNTUK MENINGKATKAN KEAKTIFAN DAN HASIL BELAJAR SISWA MATERI BIOTEKNOLOGI
Keywords:
Deep Learning, Merdeka Curriculum, Activeness, Learning Outcomes, BiotechnologyAbstract
This study aims to examine the effect of implementing deep learning based on the Merdeka Curriculum on student engagement and learning outcomes in Biotechnology material at MTs Zainul Mu’in Kalisat Jember. The research employed Classroom Action Research (CAR) with two cycles, including planning, implementation, observation, and reflection stages. The results showed an increase in student activeness from an average of 63.97 (62.5%) in cycle I to 68.38 (70.22%) in cycle II, and an improvement in learning outcomes from an average score of 14.88 to 16.82. The application of deep learning effectively enhanced students’ participation and achievement through interactive and meaningful learning experiences.
References
Avivi, A. A., Pramadhitta, A. D., Rahayu, F. F., Saptariana, M., & Salamah, A. U. (2023). Implementasi Pembelajaran Berdiferensiasi dengan Model Project Based Learning pada Peserta Didik Sekolah Menengah Atas Kelas X Pada Materi Bioteknologi. Jurnal Pendidikan Sejarah Dan Riset Sosial Humaniora,3(3),251–258.
Dewi, N. A., & Rahmawati, L. (2023). Tantangan Implementasi Pembelajaran Proyek dalam Kurikulum Merdeka pada Mata Pelajaran Sains. Jurnal Pendidikan Inovatif, 11(1), 45–53.
Fitria, Y. (2014). Refleksi Pemetaan Pemahaman Calon Guru SD Tentang Integrated Sains Learning. Pedagogi: Jurnal Ilmu Pendidikan, 14(2), 82– 87.
Fitriani, R., & Purnamasari, I. (2023). Implementasi Pembelajaran Deep Learning dalam Kurikulum Merdeka untuk Meningkatkan Kolaborasi dan Kemandirian Peserta Didik di Sekolah Menengah Pertama. Jurnal Inovasi Pendidikan, 14(2), 67–75.
Khotimah, D. K., & Abdan, M. R. (2025). Analisis Pendekatan Deep Learning untuk Meningkatkan Efektivitas Pembelajaran PAI di SMK Pringkuku.
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia, 6(1).
Khudori, M., & Hartati, S. (2023). Penerapan Deep Learning untuk Personalisasi Pembelajaran di Era Kurikulum Merdeka. Jurnal Inovasi Teknologi Pendidikan, 18(1), 34–46.
Lestari, D. P., Joharmawan, R., Purwati, Y., & Malang, N. (2023). Penerapan pembelajaran berdiferensiasi dengan model pembelajaran Project Based Learning untuk Meningkatkan Hasil Belajar siswa SMP Negeri 1 Ngasem kelas VII mata pelajaran IPA. 3(1), 12–18.
Nasution, R., & Jufri, W. (2020). Penerapan Pendekatan Individual dalam Meningkatkan Keaktifan Belajar Siswa di Sekolah Menengah Pertama. Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran, 9(2), 123–134.
Nurhadiyati, A., Rusdinal, R., & Fitria, Y. (2021). Pengaruh Model Project Based Learning (PJBL) terhadap Hasil Belajar Siswa di Sekolah Dasar. Jurnal Basicedu,5(1),327–333.
Pangestika, W. (2023). Strategi Implementasi Deep Learning pada Kurikulum Merdeka di Sekolah Menengah. Jurnal Inovasi Pendidikan, 11(2), 131–144.
Putra, I. G. A. A., & Suryani, N. (2020). Efektivitas Pembagian Peran dalam Diskusi Kelompok terhadap Partisipasi Siswa. Jurnal Ilmu Pendidikan, 15(1), 45–56.
Putri, L., & Wulandari, D. (2022). Transformasi Kurikulum Merdeka dalam Sistem Pendidikan Indonesia. Jurnal Kurikulum dan Pembelajaran, 15(2), 111–123.
Sari, D. P., & Nugroho, Y. (2021). Tantangan dalam Pembelajaran Kolaboratif di Sekolah Menengah. Jurnal Inovasi Pendidikan, 6(1), 30–38.
Sari, R. T., & Angreni, S. (2018). Penerapan Model Pembelajaran Project Based Learning (PjBL) Upaya Peningkatan Kreativitas Mahasiswa. Jurnal Varidika,30(1),79–83.
Sari, R. T., & Angreni, S. (2018). Penerapan Model Pembelajaran Project Based Learning (PjBL) Upaya Peningkatan Kreativitas Mahasiswa. Jurnal Varidika,30(1),79–83.
Sudjana. (2011). Penlaian Hasil Proses Belajar Mengajar. Melarang
Sugiono. (2010). Metode Penelitian Pendidikan (Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D). Bandung: CVAlfabeta.
Yulianti, R. (2022). Pengaruh Rubrik Penilaian terhadap Peningkatan Kualitas Produk Siswa dalam Pembelajaran Kolaboratif. Jurnal Pendidikan dan Evaluasi, 8(2), 123–132.
Yunazwardi, I. (2018). Konsep Pendidikan Ki Hajar Dewantara dan Finlandia. Era Indonesia.







